Produksi dan Luas Panen Padi dan Palawija di Kabupaten Sorong Selatan


Panen Padi di Moswaren Kabupaten Sorong Selatan

Anda yang berminat untuk mengetahui perkembangan sektor pertanian di KabupatenSorong Selatan, berikut ini adalah data yang saya kutip dari Sorong Selatan dalam Angka mulai tahun 2006-2008. 
Data tahun 2009 belum ada sebab untuk saat ini masih sedang disusun oleh BPS dan Bappeda Kab. Sorsel.

Tabel  Perkembangan Luas Panen dan Produksi Padi dan Palawija Thn 2006 – 2008 di Kab. Sorong Selatan

No Jenis Komoditi Tahun
2006 2007 2008
Luas Panen(ha) Prod.(ton) Rata2Prod.(ton/ha) Luas Panen(ha) Prod.(ton) Rata2Prod.(ton/ha) Luas Panen(ha) Prod(ton) Rata2Prod.(ton/ha)
1. Padi 22 33 4,5 47 161,5 6,5 66 206 3,1
2. Jagung 78 81 6,5 44 49,4 1,12 72 55,4 0,8
3. Keladi 57 265,89 46,62 35 181,5 5,18 49 253,5 5,17
4. Ubi Kayu 30 145 39,1 66 239,5 3,63 69 245,5 3,6
5. Ubi Jalar 96 628 65,68 41 223 5,43 41 223 5,43
6. Kacang Tanah 66 60,9 5,24 60 39,3 0,65 60 39,3 0,65
7. Kacang Hijau 77 29,97 3,43 58 11,4 0,19 58 11,4 0,19
8. Kedelai 81 137 1,69 12 21,6 1,8 12 21,6 0,9

Sumber : Sorong Selatan Dalam Angka Tahun 2006 – 2008

 

4 thoughts on “Produksi dan Luas Panen Padi dan Palawija di Kabupaten Sorong Selatan

  1. saya mau tanya rata-rata produksi nya, agak sedikit rancu, pemahaman saya rata-rata produksi sama dengan produktivitas, yaitu kemampuan produksi padi (ton) dalam suatu lahan tertentu (ha), atau dengan pengertian lain, produksi di bagi luasan lahan, untuk tahun 2006, produksi 33 ton dibagi 22 ha lahan hanya mencapai 1 ton, mungkin perlu dicek kembali datanya. mungkin pemahaman kita berbeda, namun saya mohon penjelasan yang dimaksud rata-rata produksi dalam data yang disajikan. kemudian pada tahun 2007 rata-rata produksi mencapai 6 ton lebih, angka ini cukup fantastis jika disesuaikan dengan kemampuan produksi rata-rata padi nasional yang hanya berada pada kisaran 4,5 hingga 5 ton per ha, ini berarti kemampuan produksi padi di sorong selatan memberikan gambaran bahwa sorong selatan berpotensi sebagai lumbung padi ke dua di Papua setelah Merauke . Namun pertanyaannya kini dari rata-rata produksi 6 ton di tahun 2007 kenapa bisa turun hingga 3 ton di tahun 2008? apa kendalanya, mohon dijelaskan. Iya, satu lagi, apakah data ini sudah mencakup padi sawah dan padi ladang atau hanya padi sawah saja. Terima kasih.

  2. Penjelasan ini dapat saudara tanyakan langsung ke Bappeda Sorong Selatan dan Dinas Pertanian, kami hanya mengutip kembali data yang sudah diterbitkan dari buku Sorong Selatan dalam Angka. Maaf sebelumnya bahwa situs ini bukan situs resmi Dinas Pertanian atau Pemda Sorong Selatan. Makasih …..

  3. Rasanya lama sekali posting up date nya, mungkin bisa numpang, sekaligus bisa sharing. Topik ini menarik “Papua Barat Berpotensi Mengalami Kerawanan Pangan” Pangan memiliki konteks yang luas dari sudut pandang sumber nya, namun isu ketahanan pangan yang lebih dispesifikan disini adalah sumber pangan yang berasal dari tanaman pangan. Hingga saat ini, isu ketahanan Pangan di Papua Barat menjadi sangat penting demikian halnya kabupaten-kabupaten yang berada dbawah naungan provinsi ini. Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu DOB di Provinsi Papya Barat, jika boleh sharing informasi, saya ingin tau bagaimana design sistem ketahanan pangan untuk mengantisipasi kerawanan pangan di kabupaten Sorong Selatan, TKS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s