Kisah Si Bunga Talas


Terus terang Saya cukup penasaran dengan bentuk bunga talas(Colocassia esculenta) karena sewaktu menyusun skripsi, dosen pembimbing menyuruh agar harus secara langsung melihat bentuk bunga talas di lapangan dan bukan berasal dari buku-buku referensi.

Di Manokwari saat itu, talas memang mudah dijumpai mulai dari pinggiran jalan, bekas-bekas kebun, pinggiran hutan hingga ke kebun-kebun penduduk local. Namun untuk melihat bunga talas itu sendiri, alamak … susahnya bagai mencari mutiara di tengah laut.
Faktor tingkat kesuburan tanah serta iklim yang mendukung di Manokwari menjadi salah satu penyebab tanaman ini tumbuh dengan subur hingga mungkin lupa untuk mau berbunga. Umbi nya saja dapat dibuang sudah bisa tumbuh dengan daun yang lebar-lebar.

 

Sementara kerabat talas yaitu keladi (Colocasia L.schoot) tidak beda jauh. Namun demikian masih menguntungkan dan dapat diajak kerjasama dengan Saya karena ia tidak malas untuk berbunga. Dari bunganya yang memang hampir sama sudah cukup untuk menjadi perbandingan.
Beda Manokwari… beda pula Maybrat dan Sorong Selatan …
Faktor iklim serta kondisi tanah yang tidak terlalu subur seperti Manokwari membuat talas betul-betul kena batunya. Bunga talas mudah dijumpai di kebun-kebun petani. Umur tanaman bahkan masih 5 (lima) bulan sudah memiliki bunga.

Akhirnya terbalas sudah rasa penasaranku selama ini tentang karakeristik si bunga talas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s